Previous
Next
  • Home
  • »
  • Kesehatan
  • » Aman Makan Daging Kambing Untuk Orang Darah Rendah, Benarkah?

Kesehatan

Aman Makan Daging Kambing Untuk Orang Darah Rendah, Benarkah?

 

Merayakan hari raya Kurban  yang akan jatuh sebentar lagi umumnya makanan dengan bahan utama daging kambing atau daging sapi akan selalu tersaji. Mitos di tengah masyarakat selama ini berkembang saat mereka makan daging kambing dimana Anda perlu mengetahui kebenarannya.

Pertama, masyarakat yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi TD < atau = 90/60) dapat meningkat tensidarahnya saat makan daging kambing.

Faktanya, kondisi darah rendah adalah akibat dari beberapa faktor seperti perdarahan, dehidrasi karena beberapa hal,  dan kelelahan atau kurang tidur. Tensi rendah juga diakibatkan oleh gangguan jantung dimana terjadi kelainan katup atau serangan jantung hingga gagal jantung.

Masyarakat dengan kondisi tekanan darag rendah umumnya tidak melihat kondisi memreka sehingga langsung mengonsumsi daging kambing berlebihan. Efek terburuk adalah etika tensi turun dikarenakan gagal jantung justru akan memperburuk keadaan setelah mengonsumsi daging kambing.

Mengonsumsi daging kambing juga menyebabkan sembelit. Bagi masyarakat yang memiliki penyakit GERD (penyakit asam atau isi lambung balik kea rah atas), GERD justru akan semakin parah ketika mengonsumsi daging kambing. Tak hanya itu juga efek yang dirasakan adalah peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah dan diperparah ketika langsung tidur setelah makan keying.

Kedua, daging kambing bagian “torpedo” atau testis kambing membantu meningkatkan gairah seksual. Selain itu makan sate kambing setengah makan juga meningkatkan hasrat seksual.

Testis kambing mengandung testoteron yang membantu meningkatkan gairah seksual. Akan tetapi peningkatan ini juga diakibatkan karena faktor lain yang tidak ada hubungannya dengan makanan.

Begitupun dengan daging kambing merah yang tinggi lemak mengandung lemak jenuh dengan LDL lemak jahat yang akan menumpuk pada dinding pembuluh darah.

Daging kambing mengandung protein hewani yang membantu mengganti sel-sel rusak yang berfungsi sebagai zat pembangun. Daging kambing dan daging sapi mengandung zat gixi yang dibutuhkan namun jika berlebihan mengonsumsinya akan mengganggu kesehatan.

Imbangi dengan buah dan sayuran tinggi serat untuk mengurangi efek samping makan daging kambing seperti mentimun, semangka, melon, sayuran hijau.

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.