Previous
Next
  • Home
  • »
  • Pacaran
  • » Panduan dari Terapis Cara Membangun Hubungan Asmara yang Kuat

Pacaran

Panduan dari Terapis Cara Membangun Hubungan Asmara yang Kuat

 

Bukan hal yang aneh jika kita menghadapi tantangan yang menguji hubungan kita, namun mempertahankan hubungan yang kuat dan tangguh membutuhkan lebih dari sekedar cinta — hal ini menuntut upaya dan komitmen yang sadar.

Jika Anda mencari cara untuk memperkuat hubungan Anda, Clinton Power, seorang konselor hubungan dan terapis pernikahan melalui Instagram membagikan 3 hal yang akan membantu Anda, seperti melansir dari Indian Express.

“Cinta mungkin merupakan fondasi dari sebuah hubungan yang hebat, namun jatuh cinta tidak cukup untuk membuatnya tetap kuat,” tulisnya.

 

1) Menavigasi konflik

Konflik pasti terjadi dalam hubungan apa pun, namun banyak pasangan terjebak dalam siklus penghindaran alih-alih menghadapinya secara konstruktif. Dalam skenario seperti ini, komunikasi terbuka, mendengarkan secara aktif, dan menemukan titik temu sangatlah penting, saran Power. “Konflik bukanlah akhir; ini adalah peluang untuk memperdalam hubungan Anda.”

Ketika Anda mempunyai perselisihan, Power mengatakan sangat penting untuk memperbaiki dengan baik dan segera memperbaikinya. “Tergesa-gesa melakukan perbaikan adalah rahasia dalam mengelola konflik secara efektif.” Namun, jika Anda tidak memiliki keterampilan untuk melakukan hal ini, dukungan dan bimbingan dari konselor hubungan mungkin bisa membantu.

Untuk mengatasi konflik sebagai pasangan secara efektif, Sidhharrth S Kumaar, pelatih hubungan, NumroVani, mengatakan kepada indianexpress.com bahwa menemukan waktu yang tepat untuk mendiskusikan perselisihan adalah hal yang penting.

“Pilihlah saat yang tepat untuk membicarakan konflik. Hindari saat-saat ketika Anda berdua merasa cemas atau lelah. Suasana yang damai dan nyaman dapat membantu pemahaman dan pemecahan masalah yang lebih baik.”

Selain itu, kesampingkan ego Anda dan bersikaplah fleksibel. “Gunakan pernyataan “saya” dan komunikasikan emosi Anda tanpa menyalahkan pasangan Anda. Hindari mengkritik pasangan Anda dan jangan menyela saat dia berbicara. Sangat penting untuk mengomunikasikan tuntutan dan sentimen Anda dengan cara yang jelas dan ringkas, namun menemukan solusi yang memuaskan kedua belah pihak mungkin merupakan sebuah kompromi,” kata Kumaar.

 

2) Menumbuhkan ketegasan

Bersikap asertif dalam suatu hubungan berarti mengungkapkan kebutuhan Anda tanpa kehilangan siapa diri Anda sebenarnya. Banyak orang menyamakan ketegasan dengan agresi; namun, Power mengatakan bahwa bersikap asertif adalah tentang kejujuran dan rasa hormat, dan bukan berkelahi.

“Saat Anda bersikap asertif, Anda tidak mendominasi percakapan atau menggunakan agresi untuk menyampaikan maksud Anda.”

Menurut Kumaar, ketegasan menyelaraskan hubungan di mana keduanya memiliki suara yang setara, meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri, mempermudah pengelolaan konflik, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk komunikasi terbuka.

“Mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan tidak masalah, meskipun itu berarti mengecewakan pasangan Anda. Tapi dengarkan pandangan pasangan Anda dengan baik tanpa bias,” ujarnya.

 

3) Seni memberi cinta

Power menyatakan bahwa dia sering terkejut dengan banyaknya orang yang telah bekerja bersamanya selama bertahun-tahun yang berjuang dalam memberi dan menerima cinta. Namun, ia merasa cinta bukan sekadar hal-hal besar, melainkan hal-hal sehari-hari.

 “Kasih sayang, apresiasi, dan dukungan yang konsisten adalah hal-hal yang membuat perbedaan di sini. Hal-hal kecil menciptakan lingkungan yang positif dan terus menambah rekening bank emosional Anda.”

Tapi ingatlah! Memberi cinta adalah jalan dua arah. “Mengetahui bahasa cinta pasangan Anda, menyusun kenangan bersama, menghormati pencapaian satu sama lain, dan mengekspresikan kasih sayang melalui isyarat fisik atau verbal sangatlah penting. Cinta adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Hargai momen-momen kecil, tawa yang Anda bagikan, dan pemahaman diam-diam,” kata Kumaar.

 

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.