Previous
Next
  • Home
  • »
  • Pertanian
  • » Mengulas Dampak Menambahkan Kopi pada Tanaman, Ternyata Ini Sisi Positifnya

Pertanian

Mengulas Dampak Menambahkan Kopi pada Tanaman, Ternyata Ini Sisi Positifnya

 

Menuangkan sisa kopi pagi Anda ke dalam tanaman hias favorit Anda atau menaburkan ampas kopi bekas di sekitar tanah sayuran Anda adalah sebagian dari nasihat menanam tanaman rumahan yang telah diwariskan oleh para tukang kebun selama beberapa generasi.

Namun apakah ini benar-benar berhasil meningkatkan kesehatan tanaman Anda? Ada yang mengatakan bahwa manfaat kopi bagi tanaman sulit diukur. Sebelumnya, kami meminta para ahli untuk menguraikan manfaat, risiko, dan teknik terbaik menambahkan kopi ke tanaman Anda.

 

Kopi Memiliki Nutrisi Yang Baik Bagi Tanaman

Ampas kopi mengandung beberapa nutrisi yang menjadikannya bahan pembenah tanah favorit untuk kebun, termasuk nitrogen, kalium, magnesium, dan tembaga, kata Pearsoll. “Kopi yang diseduh, meski kurang padat nutrisi, masih mengandung sejumlah unsur ini,” katanya.

• Nitrogen: "Sebagai makronutrien yang penting bagi pertumbuhan tanaman, nitrogen sangat penting untuk sintesis protein dan senyawa tanaman penting lainnya," kata Pearsoll.

• Kalium: "Ini penting untuk kesehatan tanaman secara keseluruhan, berpartisipasi dalam proses seperti fotosintesis, penyerapan nutrisi, dan pengaturan air," kata Pearsoll.

• Magnesium: "Ini adalah komponen inti klorofil, membantu tanaman melakukan fotosintesis," kata Pearsoll.

• Tembaga: "Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil, ia berperan dalam fungsi enzimatik dan sintesis protein," kata Pearsoll.

 

Manfaat Menggunakan Kopi di Kebun Anda

Saat Anda menambahkan kopi bubuk atau kopi seduh ke kebun Anda, Anda dapat meningkatkan jumlah nutrisi penting tersebut di dalam tanah Anda—meskipun beberapa penelitian dan tinjauan literatur Brewer menunjukkan persentase peningkatan nutrisi tersebut relatif kecil. “Apa yang disediakan [kopi] adalah sumber karbon bagi mikroba tanah,” katanya. Anda mungkin tidak dapat mengaitkannya dengan bunga yang lebih cerah atau tomat yang lebih enak pada musim ini, namun seiring berjalannya waktu, “perekat mikroba” yang ditinggalkan oleh bakteri dan jamur ini dapat memperbaiki struktur tanah, mengurangi erosi, dan mempertahankan nutrisi, katanya.

Brewer juga telah mengidentifikasi penelitian yang menunjukkan kopi sebagai penangkal siput yang berhasil, bekerja lebih efektif dibandingkan penolak nyamuk tradisional berbahan dasar metaldehida. Dalam sebuah makalah untuk Oregon State University Extension Service, dia menunjukkan bahwa larutan satu bagian air dan dua bagian kopi cukup kuat untuk mendorong 100 persen siput dalam penelitian tersebut menjauh dari tanah yang telah diolah.1

 

Resiko Penggunaan Kopi pada Tanaman

Dalam konsentrasi rendah, kopi kemungkinan besar tidak akan menimbulkan efek buruk yang besar pada taman Anda. Namun, Pearsoll memperingatkan, Anda sebaiknya tidak menggunakannya sebagai pengganti pupuk. “Ampas kopi bisa menjadi pelengkap yang baik untuk rencana pemupukan yang menyeluruh,” katanya. “Mereka tidak boleh diandalkan sebagai pupuk yang berdiri sendiri karena mereka kekurangan nutrisi tertentu, seperti fosfor dan kalsium, yang juga dibutuhkan tanaman.”

Meningkatkan Keasaman Tanah

Kebijaksanaan berkebun konvensional menyebutkan kopi sebagai cara untuk menurunkan pH taman Anda; Meskipun Brewer mengatakan efek ini seringkali bersifat sementara, Pearsoll mencatat bahwa peningkatan keasaman tanah dapat menyebabkan masalah bagi tanaman yang tumbuh subur di tanah netral atau basa.

Menyebabkan Tanah Kering

Jika Anda tidak memasukkan ampas ke dalam tanah dengan benar, Anda dapat memaksa taman Anda mengering. “Ampas kopi juga dapat membentuk lapisan padat di permukaan tanah yang mungkin menghambat infiltrasi air jika tidak tercampur dengan baik ke dalam tanah,” kata Pearsoll.

Perkecambahan dan Pertumbuhan Lambat

Brewer juga mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menghubungkan kadar kafein yang lebih tinggi dengan tingkat perkecambahan biji yang lebih rendah dan pertumbuhan tanaman yang lebih lambat.

 

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.