Previous
Next
  • Home
  • »
  • Pertemanan
  • » Punya Teman Dekat Bisa Memperpanjang Umur Kita? Tapi Ingat Sisi Buruknya

Pertemanan

Punya Teman Dekat Bisa Memperpanjang Umur Kita? Tapi Ingat Sisi Buruknya

 

Diterbitkan dalam jurnal Epidemiology and Psychiatric Sciences, penelitian ini mengungkapkan bahwa persahabatan di antara orang dewasa yang lebih tua berkorelasi dengan aspek-aspek tertentu dari peningkatan kesehatan fisik, perilaku terkait kesehatan yang lebih baik, dan peningkatan kesejahteraan mental secara keseluruhan, melansir dari Indian Express

Menurut rekan penulis studi William Chopik, seorang profesor psikologi di Michigan State University, meskipun penelitian sebelumnya telah menetapkan hubungan antara memiliki persahabatan yang kuat dan keuntungan kesehatan tertentu, penelitian ini merupakan penelitian terbesar dan terlengkap dari jenisnya hingga saat ini.

Chopik dan rekannya menemukan bahwa individu dengan persahabatan berkualitas tinggi mengalami peningkatan umur panjang. Selama delapan tahun penelitian, para partisipan mengikuti survei sebanyak tiga kali dan mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki persahabatan yang kuat memiliki kemungkinan 24 persen lebih kecil untuk meninggal dunia selama periode tersebut.

Selain itu, memiliki teman baik dikaitkan dengan banyak perilaku dan keuntungan kesehatan yang positif. Temuan penting lainnya adalah adanya kemungkinan 9 persen lebih tinggi untuk melakukan olahraga teratur, penurunan risiko depresi sebesar 17 persen, dan kemungkinan menderita stroke sebesar 19 persen lebih rendah.

Dr Pavana S, konsultan psikiater dan pakar hubungan, Vidyaranyapura, Bangalore mencatat bahwa terlibat dalam hubungan yang bermakna memberikan penyangga terhadap stres, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dukungan psikologis dari teman dekat dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesejahteraan fisik.

  “Selain itu, dukungan emosional dari teman dekat menumbuhkan rasa memiliki dan memiliki tujuan, sehingga berkontribusi pada individu yang lebih sehat dan tangguh. Intinya, dampak positif dari persahabatan dekat pada kesehatan mental dan fisik menyoroti keterhubungan hubungan sosial dan kesejahteraan secara keseluruhan,” katanya kepada indianexpress.com dalam sebuah interaksi.

 

Temanmu bisa membuatmu menjadi orang yang lebih baik

Melalui hubungan yang bermakna, Anda belajar empati, kesabaran, dan komunikasi yang efektif. Teman memberikan dukungan selama menghadapi tantangan, memupuk ketahanan dan penemuan diri.

“Pengalaman bersama dan perspektif berbeda memperluas pemahaman Anda tentang dunia. Pada akhirnya, rasa saling percaya dan persahabatan dalam mewujudkan persahabatan menginspirasi perbaikan diri yang berkelanjutan, membentuk Anda menjadi individu yang lebih berbelas kasih, berpikiran terbuka, dan berwawasan luas,” jelas Dr Pavana.

 

Namun, ada sisi negatifnya

Dr Pavana menekankan bahwa bahkan di masa dewasa, tekanan teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada individu. Dinamika sosial dalam persahabatan dapat mengarah pada konformitas, yang berdampak pada pengambilan keputusan dan perilaku. “Rasa takut akan penilaian atau penolakan dari teman sebaya dapat mengarahkan orang dewasa ke arah pilihan yang sejalan dengan norma kelompok dibandingkan nilai-nilai pribadi.”

Teman yang buruk dapat melemahkan harga diri Anda, menumbuhkan lingkungan yang kompetitif, atau tidak mendukung selama masa-masa sulit, jelas Dr Pavana sambil menambahkan bahwa kecemburuan, gosip, dan kurangnya kepercayaan dapat mengikis fondasi hubungan.

Persahabatan yang tidak sehat mungkin juga melibatkan dinamika sepihak, di mana salah satu teman terus-menerus menerima tanpa adanya timbal balik. Mengenali dan mengatasi perilaku negatif ini sangat penting untuk menjaga kesejahteraan emosional dan membina hubungan yang lebih sehat.

 

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.