Previous
Next
  • Home
  • »
  • Otomotif
  • » Perhitungkan Risiko Mengubah Ukuran Ban Lebih Besar

Otomotif

Perhitungkan Risiko Mengubah Ukuran Ban Lebih Besar

 

Oleh sebagian biker, sangat umum melakukan modifikasi pelek dan ban sehingga ukurannya lebih besar. Pennampilan motor menjadi lebih kekar namun mereka tak memperhitungkan risiko yang ditimbulkan.

Untuk pemakaian sehari-hari, memodifikasi pelek dan ban sepeda motor memang tidak seharusnya dilakukan. Tingkat kenyamanan pemakaian kendaraan menjadi berkurang dan risikonya lebih besar.

Untuk ukuran ban bawaan pabrik, memang sudah diperhitungnya sesuai kebutuhan mesin, optimalisasi dan fungsi kendaraannya. Sehingga mengubah ukuran ban sudah pasti mengubah performanya juga.

Jika ingin merubah ukuran ban, maka jangan terlalu jauh dari standar. Misalnya Kawasaki Ninja 250 dengan standar lebar pelek 2,75 inci dan ukuran ban 110 mm, dan ban belakang 3,50 inci dengan ban 130 mm. Jika ingin memperbesar bas maka pertahankan pelek standar, maksimal naik satu level, seperti pada ban depan ukuran menjadi 120 mm, dan ban belakang gunakan 150 mm.

Ban yang diperbesar harus diperhitungkan idealnya, jika tidak maka bentuk karet akan berubah seperti donat dan terlihat tidak enak. Ban yang dibuat lebar juga turut merubah pelek, membuat ban lebih tinggi tidak melebar ke samping sehingga akan berbahaya.

Disaat mengganti ban sepeda motor menjadi lebih besar membuat berkendara menjadi tidak nyaman, selain itu membahayakan ketika berkendara di jalan. Jika ban diperbesa maka ukuran pelek juga disesuaikan.

Ini jelas membahayakan sebab handling menjadi tidak maksimal. Seperti saat menikung akan rentan kehilangan traksi. Kemudian penggunanaan bahan bakar lebih borot karena bobot ban lebih besar terutama jika ukuran pelek tidak diganti.

Perubahan ban yang lebih besar memang dihalalkan dalam dunia modifikasi namun bukan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (1)
31 Jul 2015 11:36
ASD
ASD WFSDFS SFS FSDFSDFSF