Previous
Next

Cara Dasar Memasak

Mulai Ada Minyak Serangga untuk Konsumsi Manusia

 

Banyaknya olahan makanan berbahan serangga mulai menarik banyak peneliti untuk mengungkap misteri serangga tersebut. Saat ini, tepung kue dan isian burger mulai berbahan serangga. Rupanya, serangga menyimpan protein, yang oleh peneliti kemudian dikembangkan menjadi serangga.

Salah satu peneliti serangga ini adalah Dr. Daylan Tzompa-Sosa dari University of Wageningen Belanda menilai bahwa komunitas ilmiah saat ini hanya melihat protein serangga tanpa melihat adanya prospek protein serangga  yang lain seperti lemak dan minyak.

Rekan-rekan dr. Dylan saat itu sedang meneliti protein serangga dalam sebuah proyek yang didanai pemerintah Belanda. para peneliti tersebut membuang minyak serangga sebab hanya fokus pada protein saja.

Sekarang ini sumbe protein hanya mengandalkan sumber daya alam dan lingkungan, dimana saat ini perlu lahan besar untuk memroduksi minyak dair kdelai, kelapa sawit hingga bunga matahari. Padahal sumber lain ada yang sama baik. Beberapa perusahaan di Belanda saat ini sedang giat mengenal ekstraksi protein dari serangga sehingga minyak serangga bisa jadi sebagai hasil sampingan yang bisa dimanfaatkan.

Proyek  penelitian yang didanai oleh FAO ini meneliti tentang karakteristik minyak dari berbagai macam serangga antara lain belatung tepung, kecoa, jangkrik hingga larva kumbang. Belalang dan lalat tentara memiliki aroma buah yang enak, namun tidak semua serangga cocok untuk minyak konsumsi. Minyak kecoa misalnya baunya seperti muntahan yang menjijikkan.

Untuk minyak kecoa tidak akan dikonsusi manusia. Sangat mungkin untuk memasarkan minyak jangkrik ke pasaran daripada minyak kecoa karena persepsi. Akan tetapi minyak kecoa bisa dipakaiu untuk pelumas industri dan lukisan.

Lemak serangga di beberapa wilayah dunia sudah mulai digunakan secara tradisional misalnya untuk menggoreng daging hingga produk perawatan rambut dan kulit. Kandungan dari minyak serangga ini antara lain minyak tak jenuh seperti lemak hewani dan minyak bebas kolesterol seperti minyak sayuran.

Dylan dalam penelitiannya menunjukkan bahwa minyak serangga mengandung asam lemak esensial berupa asam oleat, asan linoleat dan asan linolenat. Penelitian terhadap empat serangga tersebut menunjukkan adanya rata-rata jumlah lemak yang ditemukan.

Para kumbang terdapat asam lemak tak jenuh dari 64 gr per 100 gr serta pada mealworm dan kecoa sebesar 75 gr per 100 gr. Untuk kandungan lipid pada serangga diukur menurut jumlah segar antara kurang dari 10% hingga lebih dari 30% pada masing-masing serangga.

(adeg/Carapedia)
Pencarian Terbaru

Tutorial minyak jangkrik. Minyak jangkrik. Ekstrak minyak jangkrik.

Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.