Previous
Next
  • Home
  • »
  • Pacaran
  • » Jangan Terburu-buru Menikah Begitu Anda Jatuh Cinta

Pacaran

Jangan Terburu-buru Menikah Begitu Anda Jatuh Cinta

 

Perasaan tidak bisa diatur dengan sengaja, apalagi ketika mencintai seseorang. Meskipun demikian, seseorang berhak mmenyikapi perasaan tersebut dengan bijak. Bagaimana caranya?

Pertama kali bertemu dengannya, Anda merasa chemistry dan kemudian jatuh cinta. Rasanya Anda tidak ingin menghabiskan barang seharipun tanpa dirinya. Di dalam perasaan yang sedang berbunga tersebut terselip isyarat bahwa dialah yang Anda cari selama ini.

Meski sudah merasa cocok, klik atau nyaman, bukan berarti sosok tersebut adalah yang tepat, sehingga sebaiknya tidak terburu-buru meresmikan hubungan dengan status pernikahan. Mengapa demikian?

Perlu dicatat sejak awal bahwa pernikahan merupakan hubungan yang terikat dengan sebuah komitmen dalam jangka panjang serta ungkapan tertinggi perasaan cinta terhadap pasangan.

Dr Paul Hokemever, J.D., psikolog pernikahan dan konsultan keluarga berpendapat bahwa kita memang boleh berharap besar pada pasangan namun jangan mengambil keputusan menikah dengan cepat sebab semua proses harus dijalani dengan baik. Proses tersebut di awal dengan saling mengenal karakter masing-masing agar tidak “terkejut” saat menjalani pernikahan.

Begitu juga dengan finansial, semua unsur finansial harus dipersiapkan dengan matang termasuk pos-pos pengeluaran setelah menikah nanti. Tujuan utama pernikahan adalah mendapatkan keturunan yang baik, banyak pasangan dituntut akan hal tersebut. Sehingga bukan karena cinta dan perasaan terbebani akibat tuntutan keluarga, memutuskan menikah bukan diambil secara serampangan.

Tetap utamakan logikan Anda meski Anda sedang jatuh cinta. Pertimbangkan apakah calon pasangan benar-benar pilihan yang tepat yang mampu membahagiakan Anda di masa depan.

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.