Previous
Next
  • Home
  • »
  • Laporan
  • » Fakta, Jenis Komunikasi Pengaruhi Tingkat Depresi Seseorang

Laporan

Fakta, Jenis Komunikasi Pengaruhi Tingkat Depresi Seseorang

 

Saat ini kontak tatap muka sudah seringkali dikalahkan dengan surat elektronik, pesan singkat elektronik, hingga sambungan telepon demi mempersingkat jarak dan waktu. Akan tetapi, sebuah penelitian menyatakan bahwa hal tersebut meningkatkan risikp depresi hingga dua kalinya.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Michigan terhadap 11 ribu responden di Amerika. Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa orang-orang yang bertemu langsung dengan teman-teman dan keluarga tiga kali seminggu memiliki risiko depresi lebih kecil.

Sedangkan kontak langsung dengan keluarga dan teman-teman setiap beberapa bulan akan meningkatkan risiko depresi pada dua tahun kemudian, setidaknya 11,5 persen.

Penelitian tersebut diterbitkan di Journal of the American Geriatrics Society yang merupakan studi pertama kalinya yang mempelajari jenis kontak sosial terhadap depresi. Respoden adalah yang berusia 50 tahun ke atas dan dimonitor selama dua tahun.

Ada hubungan kuat antara kontak langsung dan depresi, yakni rutinitas dan kuantitas kontak melalui telepon, surat elektornik, media sosial terhadap orang-orang terdekat. Kontak jenis tersebut tidak berpengaruh pada pencegahan depresi yang dialami mereka.

Pemimpin penelitian, Dr. Alan Teo, yang juga seorang pengajar psikiatri dari Universitas Oregon berpendapat bahwa tim peneliti melakukan seluruh bentuk kontak sosial yang berbeda. Telepon dan komunikasi digital terhadap teman dan anggota keluarga tidak memberikan dampak positif dalam menghindari depresi seperti halnya interaksi sosial langsung.

Dalam penelitian ini hasil juga ditemukan berbeda pada usia yang berbeda pula. Di kalangan manula usia 50-59 tahun, kontak langsung dilakukan untuk mengurangi risiko depresi. Sedangkan di kalangan responden berusia 70 tahun, melakukan kontak dengan anak dan anggota keluarga bisa memberikan dampak besar untuk menurunkan depresi.

Hal ini menunjukkan fakta bahwa ikatan sosial yang kuat memmperkuat kesehatan mental seseorang. Dengan penelitian yang pertama kalinya ini juga menyimpulkan jenis komunikasi menentukan tingkat depresi seseorang.

Kekurangan kontak akan meningkatkan risiko depresi. Ketika seseorang sudah mengalami depresi maka ia akan memilih untuk tidak bertemu teman dan keluarga.

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.