Previous
Next
  • Home
  • »
  • Wisata
  • » Empat Spot Eye-Catching untuk Dilihat di Semarang

Wisata

Empat Spot Eye-Catching untuk Dilihat di Semarang

 

Semarang tiba-tiba saja mulai menunjukkan magnetnya di media sosial secara tak terduga. Apalagi ketika apa yang terjadi setelah warga sebuah lingkungan di kota Jawa Tengah mengambil kuas cat dan memberi rumah mereka sebuah makeover warna-warni.

Rainbow Village, yang diterjemahkan sebagai Desa Pelangi, menjadi favorit Instagram instan.

Namun, Semarang menawarkan lebih dari sekedar lingkungan pelangi yang unik. Berikut adalah empat tempat lain yang menawarkan peluang berfoto foto yang bagus.

 

Selfie, wefie spot

Mengambil foto-foto menarik diri sendiri telah semakin menjadi bagian penting dalam perjalanan. Semarang memiliki tiga titik selfie-worthy. Selain Kampung Pelangi tersebut, ada juga Brown Canyon untuk pecinta alam dan kawasan wisata Di Atas Awan (Tanah di atas Awan). Masing-masing memberikan latar belakang unik untuk foto yang patut ditiru untuk diposkan di umpan media sosial Anda.

 

Desa Wisata Kandri

Karena dikembangkan sebagai tujuan standar internasional, Desa Wisata Kandri (Desa Pariwisata Kandri) di Gunungpati menawarkan karakteristik tanda tangannya sendiri sambil tetap mempertahankan tradisi dan budayanya.

"Akan ada 200 homestay dengan 355 kamar di Desa Wisata Kandri. Infrastruktur pendukung juga akan disiapkan," kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

 

Wisata mangrove

Pengunjung mencari jenis pengalaman yang berbeda dapat menuju ke Maron Mangrove Edupark di Maron Beach. Dengan luas lima hektare, hutan bakau terletak tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani.

"Disini, pengunjung bisa belajar mengenali, menanam dan merawat bakau," kata Rusmadi, seorang administrator Edukasi Maron Mangrove.

Tujuan hutan mangrove terdekat lainnya termasuk Taman Maerokoco, Ekowisata Mangrove di Desa Tapak dan Pantai Trimulyo.

 

Kota Lama (Kota Tua)

Didirikan pada abad ke-18, ketika Indonesia masih merupakan koloni Belanda, Kota Lama (Kota Tua) Semarang juga telah dikenal sebagai Little Netherlands. Terletak di persimpangan Jl. Pemuda dan Jl. Imam Bonjol, luas 31 hektare adalah rumah bagi setidaknya 60 bangunan bersejarah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebelumnya mengatakan bahwa Kota Tua Semarang bahkan dapat dikembangkan serupa dengan Kota Tua Warsawa, tujuan wisata populer di Polandia. "Mirip dengan Kota Tua Warsawa, orang bisa berjalan kaki, dengan banyak restoran dan cinderamata yang ditawarkan, itu akan bagus," kata Tjahjo.

 

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.