Previous
Next
  • Home
  • »
  • Wisata
  • » Wah, Ada Wisata Baru di Pantai Parangtritis

Wisata

Wah, Ada Wisata Baru di Pantai Parangtritis

 

Pantai Parangtritis sejak dulu sudah dikenal sebagai pantai yang menyimpan cerita mistis tanah Jawa, berikut dengan keberadaan Nyi Roro Kidul. Suasana pantai dengan pasir hitam dengan ombak besar dihiasi dengan pemandangan perbukitan di sebelah barat pantai membuat pantai ini selalu dirindukan.

Jika Anda sudah beberapa kali datang ke pantai ini, kunjungi kembali Parangtritis dengan nuansa berbeda. Kali ini di kawasan tersebut ditambah obyek wisata berbasis riset dan informasi geospasial kemaritiman. Seperti diungkapkan oleh Retno Wulan, Koordinator Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis, tahap persiapan Parangtritis Geomaritim Science ini sudah mencapai finalisasi, yakni dengan melakukan revitalisasi laboratorium geospasial Parangtritis dan restorasi gumuk pasir.

Program ini adalah bentuk kerjasama antara Badan Informasi Geospasial (BIG), Fakultas Geografi UGM dan Pemerintah Kabupaten Bantul yang nantinya akan diresmikan pada 11 September 2015. Peresmian ini juga akan dibarengi dengan pemasangan patok pembatas zona inti gumuk pasir Parangtritis.

Parangtritis Geomaritim Science Park ini adalah daya tarik wisata baru yang menyajikan fasilitas diseminasi teknologi dan informasi geospasial untuk masyarakat umum. Layanan ini diberikan juga kepada pemandu wisatawan dalam bentuk pelatihan agar bisa memaparkan karakteristik bentang alam gumuk pasir di Parangtritis yang terbentuk secara ilmiah tersebut.

Tak hanya itu, komunitas nelayan bisa memanfaatkan fasilitas ini yaitu dengan membuat program memberikan peluang untuk para nelayan berupa lokasi sumber ikan berdasarkan data geospasial. Data tersebut tidak hanya bisa diakses untuk kawasan pesisir Bantul saja namun juga secana nasional.

Aplikasi teknologi geospasial ini sebenarnya menyajikan citra perairan pesisir yang menunjukkan kawasan kaya ikan. Tandanya adalah  jika perairan berwarna biru dan lainnya dimana tempat berkumpulnya plankton mungkin disana ada banyak ikan.

Selanjutnya zona inti gumuk pasir di Parangtrisis akan berubah seiring dengan restorasi yang menjadikan kawasan ini sebagai geo-heritage. Dilakukan juga pembersihan pohon pendatang seperti cemara udang secara bertahap. Juga kolam tambak udang dan bangunan liar yang mengganggu zona inti gumuk pasir akan ditutup.

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.