Previous
Next

Mode / Fashion

Jadi Perancang Busana Tak Harus Berkiblat pada Mode Dunia Barat

 

Tak jarang seorang perancang mode dalam menelurkan karyanya terinspirasi dari dunia mode luar negeri. Terutama dunia barat saat ini masih bercokol sebagai pusat mode yang dijadikan kiblat oleh kebanyakan perancang.  Namun hal ini tidak untuk beberapa perancang yang tergabung dalam perhelatan Fashion Tendance.

Acara Fashion Tendance ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia di Hotel Hilton, Bandung, Jawa Barat. Di ajang ini sebanyak 24 perancang busana memamerkan karya mereka yang dirangkum dalam tema Estructura.

Lima dari seluruh perancang yang ikut dalam acara ini terinspirasi oleh keindahan dan eksotisme tanah dan budaya Papua. Aam Laurisha, Yemi Sudibjo, Misan Kopaka, Elleonora Shindy dan Anggiasari Mawardi berhasil membawakan busana dengan nuansa khas Papua di ajang tersebut.

Yemi Sudibjo, memamerkan koleksi busana muslimnya dengan sentuhan nuansa pakaian Papua yang biasa dikenakan sehari-hari. Koleksi Yemi ini di dominasi oleh rumbai-rumbai serta dekoratif koteka untuk aksesoris penghias kepala.

Ada Misan Kopaka, menunjukkan karyanya dalam bentuk busana pesta berwarna berani namun detail. Sumber daya alam Papua seperti hasil tambang dan terumbu karang bawah laut dipresentasikan dengan apik melalui warna  hijau, merah dan kuning. Pada gaun pesta Misan juga ditambah detail border serta handycraft untuk menambah kesan detail yang rumit namun cantik.

Selanjutnya Ellenonora  Shindy juga memamemrkan seri gaun pesta dengan dominasi warna turquoise serta dikombinasikan dengan warna krem dan abu-abu. Dalam seri gaun pestanya, Shindy merefleksikan keindahan laut Raja Ampat, Misool yang memiliki panorama eksotis.

Para perancang lain yakni Harry Ibrahim atau Jennij Tedjakusuma, berbeda dengan tiga perancang sebelumnya yaitu memamerkan koleksi busana dengan nuasana keindahan hutan di Indonesia. Tren dalam pagelaran busana ini diprediksikan menjadi gaya hidup 2015 mendatang dengan menonjolkan rehabilitation dan habitat.

Tentu saja dengan pagelaran busana ini para perancang busana berharap masyarakat lebih peduli dan sadar tentang lingkungannya serta menjaga keindahan alam Nusantara yang semakin menurun kepopularitasnya. Keindahan alam Indonesia juga sudah menurun pesonanya akibat dominasi kaum kapitalis yang mengacu pada peradaban modern sekarang ini.

 

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.