Previous
Next

1946

Undang-Undang Cukai Tembakau (UU 21 thn 1946)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1946 Tentang Cukai Tembakau :

                                      UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
                                            NOMOR 21 TAHUN 1946
                                                 TENTANG
                                              CUKAI TEMBAKAU.

                                         PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

             Menimbang        : bahwa percentage cukai tembakau dirasakan amat tinggi dan
                                memberatkan kepada rakyat;

             Mengingat akan :    a.     Osamu Seirei No. 3 tahun 1943;                                 b.     Osamu Seirei No. 27 tahun 1944;




             Mengingat        : akan Undang-undang cukai tembakau (Staatsblad 1932 No. 517)
      


                                dengan perubahan-perubahannya;




             Mengingat        : akan pasal 5, pasal 23 ayat (2), Aturan Peralihan pasal IV

                                Undang-Undang Dasar serta Maklumat Wakil Presiden tanggal 16
                                Oktober 1945 No. X.

             Dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat;

                                                  Memutuskan :
             I.       Membatalkan Osamu Seirei No. 3 tahun 1943 dan Osamu Seirei No. 27 tahun
                      1944.
             II.      Menetapkan aturan seperti berikut :

                      UNDANG-UNDANG TENTANG MENURUNKAN CUKAI TEMBAKAU.

                                                  Pasal 1.
             Dengan berlakunya Undang-undang ini Osamu Seirei No. 3 tahun 1943 dan Osamu Seirei
             No. 27 tahun 1944 menjadi batal.

                                                      Pasal 2.
             Diantara ayat (1) dan (2) dari pasal 5 Undang-undang Cukai Tembakau (Staatsblad 1932
             No. 517) disisipkan ayat yang bunyinya sebagai berikut :
             1 a. Harga eceran yang dimaksudkan pada ayat (1) ditetapkan oleh pegawai yang
                   ditunjuk oleh Kepala Pejabatan Bea dan Cukai menurut aturan-aturan yang
                   dikeluarkan oleh pembesar tersebut.
             1 b. Untuk penetapan tersebut pengusaha paberik harus memasukkan keterangan
                   tentang angka-angka yang diperlukan.
             1 c. Dalam hal-hal yang ditetapkan oleh Kepala Pejabatan Bea dan Cukai pegawai
                   yang tersebut pada ayat (1a) harus memperhatikan nasehat dari satu panitya
                   ahli-ahli yang ditetapkan oleh Kepala Pejabatan tersebut.

                                                    Pasal 3.
             Undang-undang ini mulai berlaku untuk Jawa dan Madura pada hari diumumkannya,
             dan untuk daerah lain pada hari yang akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.


                                                                          Ditetapkan di Yogyakarta


                                                                          pada tanggal 9 Nopember 1946.




                                                                          PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
     


                                                                          SOEKARNO.




                                                                          Menteri Keuangan
    



                                                                          SAFROEDIN PRAWIRANEGARA.

             Diumumkan
             pada tanggal 9 Nopember 1946.
             Sekretaris Negara,

             A.G. PRINGGODIGDO.


Silahkan download versi PDF nya sbb:
cukai_tembakau_(uu_21_thn_1946)_21.pdf
(ogi/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.