Previous
Next

Mode / Fashion

Burkini Dilarang Nyatanya Masih Tetap Laris Manis

 

Kemunculan burkini di dunia rupanya menjadi sebuah kontroversial yang hingga saat ini masih hangat dibicarakan. Sayangnya, di belahan dunia Barat, pemakaian burkini dillarang secara masal. Puncaknya, terjadi di Perancis beberapa waktu lalu, beberapa orang yang memakai burkini di pantai dipaksa melepas burkini tersebut oleh petugas keamanan setempat.

Burkini, busana renang yang membalut seluruh tubuh kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kaki ini juga membuat prihatin para desainer, salah satunya Aheda Zanetti, desainer asal Australia.

Zanetti mengatakan bahwa hal ini sangat disayangkan, sebab itu hanyalah baju renang. Pelarangan burkini sama halnya dengan penindasan terhadap hak perempuan.

Wanita keturunan Lebanon ini juga berpendapat bahwa selama ini ia bekerja tidak hanya untuk pelanggan muslim. Banyak wanita yang memilih menggunakan burkini bertujuan untuk melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar matahari. Ibu-ibu yang menjadi pelanggannya tersebut juga diakui risih untuk mengenakan bikini.

Burkini diyakini sebagai nilai kebebasan, gaya hidup sehat dan percaya diri. Zanetti pun mencontohkan seorang pelanggannya yang didiagnosis kanker kulit, tentu saja ia tak mungkin mengenakan baju renang di bawah sinar matahari.

Zanettei adalah salah desainer yang memproduksi burkini di bawha llabel Ahiida di Villawood, Sydne Barat. Ia tak hanya menjual burkininya di lingkup Negeri Kanguru saja, namun juga sampai ke Norwegia dan Israel. Burkini yang ia jual tersebut memiliki rentang harga US$80-120.

Mencuatnya kontroversi pemakaian burkini, sang desainer yang sudah belasan tahun berkarya ini kebanjiran e-mail yang berisi pujian dan cacian. Akan tetap hal tersebut tak membuat usahanya mandeg, sebab burkini karyanya justru laris manis.

Selain Zanetti, ada juga aktris Prancis, Isabelle Adjani yang menyayangkan pelarangan burkini di Prancis. Terlepas dari perdebatan politik yang tengah memanas di Prancis, burkini tidak hanya difokuskan pada muslim. Bahkan Marks dan Spencer (M7S) menjual burkinikaryanya hingga ke 58 negara.

Video

James Whale: Debat Pelarangan Burkini di Eropa

(adeg/Carapedia)
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Belum ada komentar untuk produk ini.