- Home »
- Ilmu Pengetahuan » Alat - Alat Pengukuran
Ilmu Pengetahuan
Alat - Alat Pengukuran
Pada dasarnya, pengukuran merupakan proses pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan empiris. Pengukuran juga merupakan penilaian numerik terhadap fakta - fakta dari sebuah objek yang hendak diukur menurut kriteria dan satuan - satuan tertentu. Setiap pengukuran yang dilakukan tidak selalu memberikan hasil yang tepat dan akurat. Berbagai kesalahan mungkin terjadi dalam kegiatan pengukuran yang bisa jadi diakibatkan oleh faktor akurasi pengukuran, kalibrasi alat ukur, ketelitian dalam melakukan pengukuran atau bisa juga disebabkan oleh sensitivitas alat pengukuran yang digunakan.
Berikut ini adalah beberapa alat pengukuran yang dibedakan berdasarkan fungsinya:
# PENGUKURAN PANJANG

Alat pengukuran panjang bisa berupa mistar/penggaris, jangka sorong, serta mikrometer skrup. Skala paling kecil yang terdapat pada mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm. Kelemahan dari mistar adalah pada saat digunakan untuk mengukur diameter dalam sebuah benda dimana jangka sorong bisa memberikan hasil yang lebih tepat dalam hal ini. Selain itu, jangka sorong juga dapat digunakan untuk emngukur ketebalan dan kedalaman lobang. Mikrometer skrup akan memberikan hasil yang jauh lebih akurat bila dibandingkan dengan jangka sorong.
# PENGUKURAN WAKTU

Pengukuran waktu biasanya dilakukan untuk mengetahui besarnya kecepatan rata - rata dan penentuan laju. Alat pengukuran waktu yang umum digunakan adalah stopwatch. jenis dari stopwatch dibedakan menjadi 2, yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital. Bila stopwatch jarum memiliki skala terkecil sebesar 0,1 detik, maka pada stopwatch digital memiliki tingkat ketelitian pengukuran yang lebih baik, yaitu 0,01 detik.
# PENGUKURAN MASSA BENDA

Pengukuran massa benda bisa dilakukan dengan menggunakan neraca. Jenis dari neraca umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu neraca Ohauss dan neraca digital. Umumnya di laboratorium menggunakan neraca Ohauss untuk mengukur massa sebuah benda. Pengurukan massa sebuah benda jauh lebih mudah dilakukan bila menggunakan neraca digital. Jenis neraca lain yang bisa kita pakai untuk mengukur massa sebuah benda adalah neraca pegas.
# PENGUKURAN KUAT ARUS LISTRIK

Pengukuran arus listrik bisa dilakukan dengan menggunakan ampermeter. Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan ampermeter ini adalah cara menyusun rangkaian ampermeter ini sendiri. Penyusunan ampermeter harus berdasarkan prinsip bahwa arus yang mengalir pada rangkaian masuk melalui terminal positif dan keluar melalui terminal negatif.
# PENGUKURAN BEDA POTENSIAL LISTRIK

Beda potensial listrik bisa diukur dengan menggunakan voltmeter. Untuk mengukur beda potensial listrik antara 2 titik dalam sebuah rangkaian, dapat dilakukan dengan menggunakan voltmeter yang disusun secara pararel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Sedangkan cara menghubungkan rangkaian listrik terhadap voltmeter adalah dengan menyusun agar arus listrik masuk melalui terminal positif dan keluar melalui terminal negatif.
Video
Video contoh alat - alat pengukuran
Dalam video ini akan ditunjukkan beberapa contoh alat - alat pengukuran
(indahf/Carapedia)
Pencarian Terbaru
Pencarian terbaru (16)
Piping designer pfce. Piping designer vacancy indonesia. Gambaralat ukur jangka sorong & penjelasan. Fungsi neraca ohauss. Kegunaan neraca ohauss dan fungsi nya. Pengenalan piping drafter. Pengertian mistar cara kerja dan fungsinya.
Makalah tentang stopwatch. Urgent job vacancy piping drafter in ukraina. Fungsi alat alat praktikum kimia neraca ohauss. Kegunaan mistar. Gambar jangka sorong beserta fungsi fungsinya. Makalah mikrometer neraca ohaus jangka sorong dan stowartch. Contoh alat peraga mistar.
Makalah alat peraga neraca pegas. Makalah neraca ohaus.
Press Esc to close
Tambahkan komentar baru
Komentar Sebelumnya (0)
Kerjasama?





